Depok, Cirebon – Sunoto mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Asyifa Depok pada Jumat (18/7/2026) dengan memberikan materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan pencegahan perundungan (bullying). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik baru sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Materi disampaikan oleh Sunoto, yang menekankan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Menurutnya, semangat bela negara dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, menaati aturan, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta berkontribusi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Bela negara dimulai dari hal-hal sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Founder Forum Temu Kemis dalam penyampaiannya.
Selain membahas pentingnya bela negara, Sunoto juga memberikan edukasi mengenai bahaya bullying di lingkungan sekolah. Ia mengajak para siswa untuk menciptakan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan.
Menurutnya, perundungan dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, kepercayaan diri, hingga prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan pertanyaan seputar implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sunoto berharap melalui kegiatan tersebut, para peserta didik baru tidak hanya memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan di sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki jiwa nasionalisme, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

1 komentar
Semoga generasi muda tercerdaskan.
BalasHapusPosting Komentar